Tekanan Prancis Di Piala Eropa 2016

Menjadi tuan rumah, timnas Prancis mengemban harapan besar di Piala Eropa 2016. Didier Deschamps menginginkan agar tim besutannya tak termakan dengan berita yang beredar.

Menjadi tuan rumah, Prancis sudah pasti diharapkan bermain bagus dan mendapatkan hasil oke di Piala Eropa. Ditambah lagi mereka memiliki rekam jejak yang oke bila melakoni kompetisi di negara sendiri.

Dua kali dijadikan tuan rumah di Piala Eropa terdahulu, Les Bleus finis keempat di edisi pertama pada 1960 dan juara di edisi 1984. Keberhasilan juga didapatkan dalam kompetisi Piala Dunia saat mereka juara di depan publik sendiri pada 1998.

Dalam prosesnya torehan itu malah dapat menjadi tekanan ekstra menghadapi pertandingan perdana melawan Rumania di Stade de France, Sabtu (11/6/2016) dinihari WIB nanti. Diakui Deschamps bahwa ini adalah situasi yang tricky.

Dia menghimbau pada tim besutannya agar melupakan segala torehan yang didapatkan timnas sebelumnya dan menikmati saja rasa gugup sebelum pertandingan perdana yang penting. Dia tidak mau timnya menghadapi pertandingan terlalu percaya diri atau justru terlalu tertekan.

Baca Juga:  Wenger: Kritik Dan Tekanan Berimbas Buruk Untuk Performa Ozil

“Tiap pemain melakoni pertandingan-pertandingan ini secara berbeda. Yang paling penting yaitu Anda tidak boleh terlalu cepat berkonsentrasi dan berusaha memainkan permainannya sebelum itu benar-benar dibuka,” ucap Deschamps.

“Semua yang terjadi terdahulu tak boleh menjadi pengaruh pada pikiran kami ketika kami masuk ke lapangan besok malam (Sabtu). Anda hanya butuh merasakan kegugupan jelang sebuah pertandingan penting sebab kami belum mendapatkan apapun.”

“Kami mesti masuk ke pemikiran itu dengan tidak memperhatikan pergantian apapun, tidak ada tekanan, dan tak merasakan kerapuhan. Kami tak boleh membesar-besarkan suatu hal yang sebetulnya mudah.”

“Kami butuh untuk menjaga jarak dari keramaian yang ada. Itu tak bakal menjadi pengaruh bagi persiapan kami,” tutupnya.