Leicester Akui Berat Pecat Ranieri, Tapi…

Leicester City angkat bicara soal keputusan pemecatan Claudio Ranieri. Mereka mengaku memecat Ranieri adalah sebuah keputusan yang sangat berat untuk mereka. Tapi setelah tim bisa kembali ke jalur yang tepat, keputusan itu terasa sepadan.

Ranieri dipecat atas rentetan hasil negatif yang diraih oleh Leicester, terutama di Premier League. The Foxes sempat hanya berada satu poin di atas zona degradasi, sehingga mereka mendepak Ranieri pada 23 Februari 2017 lalu.

Sejak saat itu, kursi manajer diduduki oleh Craig Shakespeare, dan kini sudah dikontrak sebagai manajer tetap. Menariknya, sejak pergantian manajer ini Jamie Vardy dan kawan-kawan langsung menunjukkan kebangkitan.

Di bawah asuhan Shakespeare, The Foxes sudah memetik dua kemenangan di Premier League. Leicester mengatasi Liverpool dan Hull City masing-masing dengan skor 3 – 1. Hasil itu pun untuk sementara menjauhkan mereka dari zona degradasi, dengan jarak tiga angka.

“Keputusan itu sangat berat, Kami sama sekali tidak menginginkannya, tapi kami melihat klub sebagai prioritas pertama. Tim ini sudah berdiri selama 133 tahun, jadi kami mencoba yang terbaik untuk terus melaju di level top. Saya tidak merasa ini akan membuat klub terpuruk,” ungkap Wakil Ketua Leicester Aiyawatt Srivaddhanaprabha.

“Claudio pun mengerti dengan keputusan kami. Dia juga merasa sedih, tapi dia mengatakan bahwa sepakbola akan selalu bergantung pada hasil-hasil. Kami memutuskan membuat klub lebih baik. Jika kami mempertahankan dia dan terdegradasi, itu akan percuma.”

Di pertandingan terakhirnya, Leicester berhasil mengalahkan Sevilla 2 – 0 di partai putaran kedua babak 16 besar Liga Champions, di King Power Stadium. Mereka lolos dengan keunggulan agregat 2 – 3 usai di putaran pertama kalah dengan skor 2 – 1.

Leave a Reply