Dominasi Permainan, Bayern Gagal Raih Kemenangan

Bayern Munich mengawali pertandingan di Vicente Calderon dengan tempo lambat, hal ini mengakibatkan mereka kebobolan. Akan tetapi, semua mulai berbeda pada babak kedua.

Dalam pertandingan di markas Atletico Madrid itu, Kamis (28/4/2016), Bayern kebobolan saat laga  baru berlangsung 11 menit. Atletico, yang tampil dengan agresif di babak pertama, berhasil menciptakan gol usai Saul Niguez mengalihkan empat orang pemain Bayern.

“Dilihat dari keseluruhan, ini laga yang menarik. Namun kami mengawali dengan buruk. Gol itu sendiri adalah akibat dari lambatnya permainan kami,” kata manajer Bayern, Pep Guardiola.

Memasuki babak kedua, Bayern bangkit. Mereka tak membiarkan Atletico menguasai permainan. Penguasaan bola hampir sering berada dalam kaki-kaki pemain mereka.

Dominasi Bayern itu terlihat jelas dalam statistik. Tercatat oleh UEFA, Bayern melakukan 631 operan selama pertandingan berlangsung, sementara Atletico cuma melakukan 146 operan.

“Sangat di sayangkan, kami tak memperoleh kemenangan, karena di babak kedua kami sudah berusaha segalanya,” kata penjaga gawang Bayern, Manuel Neuer.

“Ketika di Munich, kami mesti bisa bangkit kembali,” kata kiper tim nasional Jerman itu.

Atletico, selama berada di dalam pengawasan Diego Simeone, memang memiliki torehan bagus ketika tampil di pertandingan Liga Champions. Dari 17 laga kandang bersama Simeone di kompetisi antarklub Eropa itu, mereka berhasil menang 13 di antaranya dan mendapatkan 14 clean sheet.