Dituduh Pakai Voodoo, Romelu Lukaku Laporkan Pemilik Everton

Pemain andalan Manchester United yakni Romelu Lukaku mengaku marah pada pemilik Everton yakni Farhad Moshiri. Pemain dari Belgia ini tidak menerima tuduhan yang mengatakan dia menggunakan voodoo atau ilmu hitam untuk pergi dari klub tersebut dan bergabung ke United di musim panas lalu.

Tidak menerima tudingan tersebut membuat pihak Romelu Lukaku saat ini memikirkan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum demi memberikan pelajaran pada Farhad Moshiri ke pengadilan.

Perwakilan Lukaku sangat kecewa dengan tuduhan tersebut. Menurut wakil pemain muda ini, Lukaku tak ingin menlanjutkan masa depannya di Everton karena merasa tidak puas dengan proyek The Toffees. Mereka juga mengungkapkan jika Lukaku merupakan seorang pemain religius dan jauh dari yang namanya kekuatan ilmu-ilmu hitam.

“Keputusan Romelu hengkang dari The Toffes tidak ada hubungannya dengan voodoo. Dengan ini kami akan melakukan langkah hukum,” ujar wakil pemain tersebut.

Lebih lanjut, disebutkan jika Romelu merupakan Katolik taat dan voodoo adalah hal yang jauh darinya. Karena tudingan yang sudah membuatnya sakit hati, maka Lukaku ini membuktikan bahwa itu hanya fitnahan yang menjadikannya buruk di mata orang banyak.

Di Rabu (10/11) kemarin, Farhad Moshiri, yang adalah pemilik saham tertinggi di Everton memaparkan hal tersebut. Dia menuduh Lukaku gabung ke Manchester United karena ilmu hitam. Moshiri yakin penyerang tersebut tetap akan di klub mereka jika tidak menerima telepon dari ibunya.

“Saya berada dua musim panas untuk membuat Romelu bersama kami. Kami coba memberikan penawaran terbaik untuknya, karena saat itu dia mendapat tawaran dari Chelsea. Agennya berkunjung ke Finch Farm untuk melakuakn tanda tangan namun, Lukaku berbicara dengan ibunya dan mengatakan untuk ziarah ke Afrika dengan saran dari dukun voodoo yang mengatakan dia harus bermain untuk Chelsea’. Dia pergi ke Los Angeles dan tidak pernah lagi kembali,” ucap Moshiri.