Bek Liverpool Ini Sebut Peraturan Juergen Klopp Aneh

Dejan Lovren, yang merupakan bek pada skuat Liverpool ini, menyampaikan sebuah peraturan, dapat terbilang “aneh” yang dibuat pelatih Juergen Klopp terhadap skuatnya dalam menggalang baris pertahanan.

Kala itu Dejan Lovren mengatakan bahwasannya sedari The Reds ditukangi oleh plelatih Juergen Klopp pada bulan Oktober tahun 2015 silam, dirinya amat merasakan ketidak samaan peran sebagai sosok bek tengah.

Pemain berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa semua bek tengah Liverpool diminta memainkan peran sebagai gelandang bertahan.

Tetapi, Lovren mengatakan bahwa dirinya tidak menyalahkan strategi ini, walaupun para pesepak bola bertahan The Reds dapat saja kebobolan oleh kecepatan pesepak bola lawan dengan memasksimalkan cela yang cukup lebar antara bek tengah dan penjaga gawang.

Hal tersebut diambil Klopp supaya dapat memberikan tekanan yang besar terhadap skuat lawan sebelum dikepung pada sepertiga lapangan terakhir.

“Kami tampil lebih berperan sebagai gelandang daripada bek. Tetapi, kami mempunyai pesepak bola yang mempunyai kualitas, tampil di tinggkat atas, dan mempunyai sosok yang bisa merubah laga cuma dengan 1 peluang. Itulah kenapa sistem ini baik,” ujar Lovren kepada salah satu media.

“Strategi ini kadang kala berisiko, namun bila tak mengambil risiko apa saja yang ada di dalam hidup, Anda takkan menjuarai apa-apa. Sang pelatih kerap memakai gagasan-gagasan baru dan kami mempratikkannya dengan baik di musim lalu,” ucapnya.

Sementara, sepanjang tahun 2016/2017, baris pertahanan The Reds ialah yang paling buruk ke-2 dari 6 skuat teratas dengan jumlah kecolonan sebanyak empat puluh dua gol.

Pencapaian tersebut cuma lebih baik dari The Gurnners yang mengalami kecolongan sebanyak empat puluh empat gol.