Ambisi Besar Dari Prancis

Prancis harus menanti sampai benar-benar akhir agar menang atas Albania. Ambisi yang di miliki Les Blues agar lolos sedini mungkin menjadikan mereka tidak mau menyerah sampai titik penghabisan.

Hingga menit ke-89, Prancis dan Albania terus saja seimbang 0-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome, Kamis (16/6/2016) dinihari WIB tadi. Gabungan antara penyelesaian akhir yang kurang bagus dan gigihnya Albania bertahan hampir menjadikan Prancis harus merelakan angka penuh.

Namun di saat berlangsungnya berkat kurangnya konsentrasi dalam pertahanan Albania usai diserang habis-habisan, Prancis mengambil keunggulan. Antoine Griezmann yang tak terjaga ketika di area dalam kotak penalti menyundul umpan silang dari Adil Rami saat pertandingan telah masuk menit ke-90.

Gol itu jadi peluang memastikan Prancis melaju ke babak 16 besar, pada akhirnya Prancis memperbanyak keunggulan di menit keenam injury time melalui tendangan Dimitri Payet. Gol terbuat melalui serangan balik, seusai Albania berusaha keras untuk menyelaraskan kedudukan.

Kesuksesan 2-0 ini menentukan Prancis melaju ke babak 16 Besar. Tim didikan Didier Deschamps itu sementara ini memimpin Grup A dengan nilai 6, serta bakal menjalani pertandingan penentuan posisi kontra Swiss yang mempunyai posisi di tingkatan kedua dengan empat poin.

Pemain lini depan Prancis Andre-Pierre Gignac mengaku di pergantian babak, skuatnya membulatkan tekad untuk mengejar kemenangan sampai akhir demi kelolosan. Ini yang menjadikan Prancis tak mengendurkan diri hingga pertandingan usai.

“Kami mau menang. Pelatih mengoperasikan hasrat untuk menang ke dalam diri kami, di jeda pertandingan, kami kembali tersemangati dan kami berpikir bahwa harus lolos malam ini juga dan merenggut kemenangan. Dan sepertinya harapan itu terwujud, di saat-saat terakhir dan dalam kesusahan, namun kami harus bisa lolos adalah hal terpenting. Tapi kami kini sedang menghadapi Swiss dan mesti menang lagi,” ujar Gignac.